8/01/2016

Serumah, yuk?

          14 Comments   


Selain makanan dan kata-kata penyemangat dari gebetan, suasana tempat tinggal juga bisa menjadi hal penting untuk membangkitkan mood kita sehari-hari.


Gue ingat betul, dulu pas awal ngerantau, banyak banget keperluan yang harus diurus. Salah satunya adalah mencari lingkungan yang nyaman untuk ditinggali. Tapi itu semua tidak semudah yang kita fikirkan. Ada yang tempatnya bagus tapi jauh dari lokasi kampus/ tempat kerja, ada yang deket tapi kemahalan, giliran dapet tempat bagus dan deket, eh berisiknya minta ampun.


Seiring berkembangnya dunia teknologi, sekarang udah ada situs keren yang memudahkan kita dalam hal ini, loh.


Namanya, Serumah.com.


Disini, kita nggak cuma bisa nyari tempat tinggal, tetapi juga ada layanan pencarian teman sekamar. Dan lebih serunya lagi, bagi yang punya tempat yang available untuk disewakan, kalian juga bisa ngiklanin tempat kalian disini. Asik banget, kan!


Buat tampilan situsnya, sih, nggak perlu diragukan lagi. Easy looking, kok.





Untuk yang lagi nyari teman sekamar sesuai dengan kriteria, kamu bisa klik di bagian “Cari Roomate”.



Nah, disini ada dua pilihan. People looking for a room (Orang yang mencari kamar), dan People looking for a tenant (Orang yang mencari penyewa). Tinggal pilih aja mana yang sesuai kebutuhan kamu.


Buat yang lagi nyari kamar/tempat tinggal, kamu bisa klik di bagian “Cari Kamar Sewa”.



Kita akan diarahkan pada halaman ini.




Selanjutnya tinggal pilih tempat di kota atau area yang mau ditinggali, deh, dengan range harga yang sesuai budget kita.


Untuk yang punya kamar atau tempat yang mau disewakan, bisa juga, nih, masang iklan disini! Caranya mudah, kok. Tinggal klik di bagian “Iklan Gratis”, lalu ikutin langkah-langkah selanjutnya.







Gimanaaa?

Cari kamar udah, dapet teman sekamar yang sesuai kriteria kita udah, ngiklanin tempat kita udah (buat para penyewa kamar). Urusan beres, dompet juga nggak berontak. Asik, kan?

5/19/2016

KATA SIAPA TANGGAL TUA PENUH DUKA?

          58 Comments   
Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X MatahariMall. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher mataharimall dan hadiah disponsori oleh MatahariMall.
mataharimall-kompetisi

------


Pramusaji berambut klimis dengan dasi hitam yang menghiasi lehernya kini berada di depan gue sembari menuangkan minuman berwarna bening yang sebelumnya gue pesan. Beberapa menu terbaik di tempat ini juga sudah tertata rapi di meja. Yang menambah kesempurnaan suasananya adalah, pemandangan kota dari rooftop gedung ini.

Gue sedang berada di salah satu restoran mewah  yang biaya masuknya setara SPP anak SMA buat setahun. Dress berwarna hitam membalut indah tubuh gue. Menambah kesan elegan dari semua hal yang gue dapatkan saat itu.

Tidak beberapa lama kemudian, seorang pria bertubuh tinggi dengan brewok yang bikin jantung gue mimisan menghampiri meja gue sambil tersenyum manis.


Makin dekat…


Semakin dekat…


Kini dia membungkukkan badannya lalu mengulurkan tangan layaknya seorang pangeran yang mengajak seorang putri berdansa. Nafas gue seolah berhenti. Pangeran tampan itu sekilas terlihat mirip dengan Adipati Dolken dari jarak kurang dari satu meter. Aromanya wangi kayak abis kecemplung di deterjen.

Gue menyambut tangannya dengan gugup, berdiri malu-malu dan mengikuti langkahnya dengan anggun.

Kini kita berada di ujung gedung sambil menikmati pemandangannya berdua. Untuk beberapa saat, gue hanya terdiam sambil melontarkan senyum terus-menerus kepada pria di depan gue ini.


Homo sapiens berwajah tampan yang wangi.
Ucap gue dalam hati.


Tiba-tiba dia berdiri di belakang gue. Melingkarkan tangannya lalu hendak membisikkan sesuatu. Jantung gue kini nggak hanya mimisan, tetapi ikut kembang kempis. Sambil menyisihkan beberapa helai rambut gue ke telinga, dia mendorong gue ke depan dan berkata,


“ENYAHLAH KAU SAILORMOON!!!”


----


ASTAGFIRULLOH.


Gue terbangun dengan posisi badan mendarat sempurna ke bawah kasur. Hal indah barusan ternyata hanyalah sebuah mimpi. Dengan kondisi yang masih bingung gue mengingat-ngingat kembali apa yang gue lakukan sebelum tidur sampai bisa-bisanya bermimpi seperti itu.

Setelah difikir-fikir, ternyata perkaranya bukanlah hal-hal aneh yang gue lakukan sebelum tidur, melainkan lapar tak terkira. Gue pun mengambil dompet, berniat menemukan beberapa lembar uang untuk membeli makanan di depan komplek. Sayangnya, jangankan beberapa lembar uang, Patimura aja ikut kasihan dengan kondisi dompet gue yang lebih mirip museum. Sepi banget.


Gue lalu mengambil hape dan membuka kalender.

Oh, pantesan..


Angka yang tertera di kalender nyaris membuat gue ngejepit kepala di pintu rumah sambil teriak,


“APA YANG TELAH KAU PERBUAT DI AWAL BULAN ANAK MUDA??!!”.


Merasa pasrah dengan keadaan, akhirnya gue memilih untuk duduk dan merenungi keadaan. Ini bukan kali pertama gue mengalami mimpi buruk karena tidur dengan kondisi yang tidak nyaman.


Mimpi dan cerita diatas adalah kejadian nyata, dan emang sering terjadi ketika tanggal tua menghampiri. Kekhawatiran luar biasa, dompet yang menderita, pun mimpi buruk yang kejam tak terkira.


Setelah mengingat-ngingat kembali kejadian tersebut, gue akhirnya sadar kalau hal seperti diatas tidak akan terjadi jika gue bisa mengatur keuangan dengan baik. Karena jumlah tanggal di kalender bukan cuma sampai tanggal 10, Nak, tapi 30-31. Khand Maendh.


Selain itu, me-manage uang dengan baik bisa menimbulkan banyak manfaat buat kelangsungan hidup dompet kita di tanggal tua, terutama bagi kamu yang hidup jauh dari keluarga. Nggak hanya ongkos makan aja, bahkan untuk belanja sekalipun masih bisa, loh.

Contohin, nih, Budi:


Gimana? Bisa, kan, ngejalanin tanggal tua dengan hati yang riang gembira? Makanyaaaa, #JadilahSepertiBudi.



Apalagiii, ShopCoupons X Matahari Mall sekarang lagi ngadain promo keren dan menarik di akhir bulan! Jadi, walaupun tanggal tua, kamu tetep bisa belanja apaaa aja di Matahari Mall, yang tentunya selalu memuaskan penggunanya dengan berbagai barang bagus dengan kualitas yang oke punya, dong.


So, tunggu apa lagi? Yuk, berbahagia di tanggal tua bersama ShopCoupons X Matahari Mall!


Ini #KisahTanggalTuaku, mana kisah tanggal tuamu?


5/08/2016

Bukan Cerita Perihal Bahagia

          36 Comments   
Kau menggeletakanku diatas sofa coklat kamarmu.

Ketukan pintu dan suara bel yang sesekali berbunyi masih saja menggelisahkanmu yang sedari tadi hanya mondar-mandir tanpa alasan. Kuku jari tangan pun selalu menjadi korban ketika kau dihadapkan dengan situasi seperti ini.

Hey, jika dia makhluk hidup, mungkin dia sudah berontak dan meneriakimu jutaan kali karena membuatnya rapuh dan rapuh.

Di dentingan ke-sembilan, kau pun berhenti. Dengan satu tarikan nafas yang cukup panjang, kau membukakan pintu untuk seseorang. Aku tak dapat memastikan siapa dia. Badan kursi yang lebih besar dari tubuhku  menghalangi pandanganku pada sosok yang membuatmu berdiri di depan pintu untuk waktu yang cukup lama.

Lalu, setelah berbicara banyak hal dengan lelaki itu (yang baru kuketahui setelah memastikan ekspresi wajahmu ketika memungutku kembali dari sofa), kau akhirnya menghempaskan tubuhmu ke kasur biru muda kesukaanmu. Untuk adegan selanjutnya, sudah bisa kupastikan kalau akan ada badai dari sudut mata bulatmu itu.

Benar saja.

Belum sempat air mata kemarinmu kering di badanku, hari ini pun aku kau jadikan pelampiasan dari semua kesedihan-kesedihan yang menggerogoti hatimu. Jika saja aku bernyawa, barangkali mereka---orang-orang yang membuatmu seperti ini, sudah kubuat wafat dengan cara yang sama.

Membuat mereka sayang sedalam-dalamnya, lalu pergi seenaknya tanpa perkara.
Pembunuhan paling halus yang pernah ada.

Kemudian kau berdiri. Menarik kepala kursi lalu menjatuhkan tubuhmu diatasnya. Masih denganku yang kau peluk di sisi kirimu, beberapa potongan kisah dari lembar foto yang kau pajang rapi di meja berhasil menyeruak perlahan ke dalam ingatanmu, membuatmu terdiam lalu menjatuhkan sungai kecil dari sudut mata. Lagi dan lagi.

Ketika itu kau terlihat sibuk mengutak-atik sesuatu di meja kerjamu. Dia, lelaki bertubuh tinggi dan bermata coklat teduh, diam-diam sudah berada di belakang punggungmu sambil membawakan sebuah kue tart stroberi lengkap dengan lilin yang menyala cantik diatasnya. Kau yang melihatnya dari pantulan bayangan di layar, langsung menoleh dan melontarkan senyum manis yang bahkan mungkin lebih manis dari kue di hadapanmu.

Kecupan hangat mendarat di rambutmu dalam hitungan yang tak kurang dari tiga detik. Bersamaan dengan ucapan bertambahnya usia, aku yang masih berada di dalam sebuah kotak berukuran sedang telah resmi diberikan kepadamu sebagai hadiah.

Dua bulan setelah kejutan kecil itu, hari-harimu dipenuhi cerita-cerita menyenangkan yang kau bagi bersamaku ketika hendak tidur. Matamu yang berbinar ketika menyebutkan namanya, usapan lembutmu padaku ketika sibuk mengandaikan sesuatu yang berkaitan dengan perasaannya padamu, dan lagi-lagi senyum itu, kecantikan paling mutlak yang selalu terpancar ketika bahagia menyelimuti hatimu.


Lalu hari itu terjadi.


Berminggu-minggu sudah jatah tidurmu terkuras untuk membuat suatu hal yang istimewa agar lelaki itu bahagia. Kau gunakan seluruh tenaga dan materi untuk memaksimalkan apa yang kau perjuangkan. 

Hingga di hari yang telah kau tunggu-tunggu, tepat di ulang tahun lelaki itu, perempuan lain telah lebih dulu menawarkan hati pada dia yang selalu menjadi alasan utamamu terjaga. Lelaki yang kau bangga-banggakan tanpa ampun, telah berlutut di hadapan perempuan lain sambil mengulurkan cincin permohonan untuk menikahinya.

Tetapi kau tak pergi. Kau ulurkan tangan dan memberi ucapan padanya meski gemetar batinmu di hari itu. Hari dimana bukan senyum yang kau bawa pulang, tapi tangis yang terus berulang. Bukan lagi cerita tentang jatuh cinta, tapi hati yang porak-poranda.

Kini, lelaki itu sering mendatangimu dengan cerita jatuh cintanya yang terus sama. Pada perempuan yang dulu menggantikan peranmu membahagiakannya. Hingga detik terakhir sebelum dia pulang, yang kau lakukan selalu seperti ini. Mengubur tangismu pada tubuhku. Boneka coklat tua pemberian lelaki yang kerap kali kau minta dalam setiap doa.


Berhentilah.


Kau, pecinta diam-diam yang menjadikanku rekan pengecut paling suram.



4/21/2016

PAKET LUAR BIASA!

          49 Comments   
Beberapa minggu yang lalu, gue menerima email yang bikin jungkir balik saking senengnya. Email tersebut berasal dari salah satu penawar kerja sama dari Klix Digital. Beberapa hari setelahnya, di rumah gue mendarat sebuah paket yang ternyata berisi handphone AndroMax E2 4GLTE. Whuooh!




Masih dengan keadaan excited, gue langsung masangin perangkatnya sambil bereksplorasi dengan si gadget. Berhubung seorang perempuan, yang dicoba pertama kali, yah, kamera dulu, dong. Well, kesan pertama pas nyoba kamera dan videonya adalah, “Keren banget!”



Kamera depannya. Asik, ye?



Kamera depannya begini. Mohon maaf jika penglihatan kalian terganggu karena modelnya yang maksa. 


Handphone ini punya kamera utama beresolusi 13 MP dengan Dual LED Flash serta kamera depan beresolusi 5 MP wide angle yang juga dilengkapi dengan LED Flash. Jadi, walaupun dalam situasi gelap, kamu tetep bakal bisa selfie~

Nggak sampai disitu aja, New Andromax  juga menyamankan penggunanya dengan pengalaman bermain game-game seru dan menarik. Kita bisa terus bermain tanpa perlu takut hapenya lelet, karenaaa, prosesor Snapdragon 415 Octa Core dengan RAM sebesar 2GB membuat smartphone ini berfungsi dengan bagus.

Ditambah lagi dengan adanya fitur VoLTE yang menyajikan kualitas suara yang sangat jernih dan juga memungkinkan pengguna untuk dapat menikmati video call hanya dengan mengaktifkan opsi video pada layar. Keunggulan lain dari fitur ini bukan hanya memiliki kualitas suara yang lebih baik dan stabil, tapi juga jernih namun tetap hemat baterai. Gimana? Buat yang suka telfonan berjam-jam pasti cocok, deh, sama gadget ini.

Nah, berhubung suka bosen kalau lagi nugas atau nyelesain draft tulisan, hal selanjutnya yang gue coba adalah membuka aplikasi musik yang ada di Andromax 4G LTE. Satu persatu lagu yang dimainkan terdengar jernih dan nyaman di telinga. Pas mau gedein volumenya juga ada peringatan tentang bahayanya ngedengerin musik dengan volume yang terlalu keras. Perhatian banget, kan?

Setelah puas ngedengerin lagu dan sesekali nyetel radio melalui aplikasi yang disediakan Andromax 4G LTE, gue pun mencoba melakukan panggilan telepon untuk mengetahui kelancaran jaringan dari gadget ini.




Well, it’s too damn good!

Jaringan 4G yang memang sudah menjadi salah satu keunggulan utama dari gadget ini terbukti memuaskan penggunanya dengan kualitas suara yang jernih dan koneksi yang stabil. Buat kamu yang suka begadang cuma buat nunggu paket malam, gue saranin buat hijrah ke jaringan Smartfren yang satu ini. Karena nggak hanya fitur dan aplikasi keren aja yang ditawarkan oleh smartphone ini, melainkan paket internet yang bikin kamu bebas kapan aja untuk menggunakannya.

Salah satunya adalah paket True Unlimited yang  merupakan paket internet pertama di Indonesia yang memberikan kecepatan internet full speed 4G tanpa dibatasi oleh waktu dan kuota, sehingga pelanggan dapat melakukan aktivitas berbasis internet dengan lancar dan bebas, seperti menonton streaming video dengan kualitas high definition (HD). Internetan, dah, lu, ampe mabok.

Untuk tampilannya sendiri, Andromax 4G LTE memiliki desain stylish dengan sentuhan metal frame untuk tampilan yang premium dan tangguh, dengan layar LCD berukuran 4,5 inchi yang telah dilengkapi dengan fitur smart screen yang memungkinkan penggunanya untuk membuka layar dengan mengetuknya sebanyak dua kali saja, loh.

Masalah harga, gue bisa jamin kalau Andromax 4G LTE termasuk gadget yang terbilang cukup memanjakan dompet penggunanya.

Untuk memudahkan kalian menyimpulkan bahwa gadget ini worth it atau enggak, nih, gue rangkumin beberapa keuntungan yang bisa kalian dapatkan melalui Andromax 4G LTE, diantaranya :

1. Dengan menggunakan layanan 4G LTE, para pelanggan dapat menikmati layanan suara dan koneksi internet yang stabil di Manado.

2. Pelanggan Smartfren yang telah aktif selama lebih dari tiga bulan, secara aktif melakukan panggilan dan melakukan top-up (prabayar) atau membayar tagihan (paska bayar) dan sedang tidak dalam posisi masa tenggang (prabayar) atau belum melunasi tagihan (paska bayar) berhak melakukan pemindahan layanan ke 4G LTE dan mendapatkan berbagai penawaran menarik.

3. Para pelanggan dapat melakukan pergantian layanan dengan mengunjungi galeri Smarfren atau menghubungi call-center Smartfren 888. Mengenai informasi periode promo dan potongan harga, kalian dapat mengirimkan SMS ke nomor 6046 dengan mengetik “LTE” atau mengunjungi website resminya di https://my.smartfren.com/upgrade4G.php


So, tunggu apalagi? Buat daerah Manado khususnya, jaringan 4G Smartfren udah bisa kalian gunakan juga, loh! Apalagi kota-kota besar lainnya yang ada di Indonesia.

Yuk, pindah ke layanan 4G LTE!

(Untuk yang mau pesen atau tahu lebih lanjut, ini ada kontak media yang gue lampirin)
Kontak Media
Smartfren
Ciba Gangga
Head of Public Relations
Jl. H. Agus Salim No. 45      
Kel.KebonSirih, Menteng
Jakarta 10340
Telp        : 021 319 222 55
Fax          : 021 319 278 80
Email       : ciba.gangga@smartfren.com

4/03/2016

Do Fun At DUFAN!

          64 Comments   
Seperti yang udah gue tulis di postingan sebelumnya, gue mutlak mengagumi Arief dan Tipang. Hubungan mereka yang asik, seru, dan penuh dengan kejutan dari masing-masing, sukses bikin setiap orang yang ngeliat hal itu jadi pengen punya pasangan yang serupa.


They’re just too “Goals”.

Arief dengan sifatnya yang nyantai, nggak mau ribet, dan ekspresi rada juteknya yang khas, siapa sangka bisa jadi seseorang yang full of surprise pada perempuannya. Ditambah lagi, kelakuan Tipang yang manja, lucu, dan suka ngusilin Arief, absolutely bikin kita yang pada nonton jadi gemes sendiri.

Saking senengnya sama kedua pasangan ini, setiap ketemu temen-temen, gue suka nge-rekomendasiin video-video mereka berdua. Mulai dari Vlog Arief yang pertama sampai yang paling baru, semuanya bikin ngiri dan mikir,

“Ya Allah.. Kapan digituin juga, Ya Allah..”

Lalu, tanggal 21 Maret 2016 kemaren, Arief kembali mengupload Vlognya yang ke 21. Gue yang udah jadi Subscriber sejati beliau, langsung nonton, dong, ya. Di video tersebut, Arief dan Tipang jalan-jalan ke Dufan karena di Vlog sebelumnya, #TeamArief kalah sama #TeamTipang.

Dari satu wahana ke wahana yang lain, Tipang terlihat antusias sampai sesekali berlari kecil meninggalkan Arief bersama kedua rekannya yang ikut hari itu juga. Salah satu hal lucu yang menarik perhatian gue adalah ketika Tipang malah sedih waktu dia menang suit, karena itu berarti bukan Tipang yang harus naik wahana yang ditentukan. Lalu, ketika Tipang bilang mau ke toilet, padahal dia malah ngantri tiket tanpa sepengetahuan Arief. 

Setelah puas disuguhin bermacam-macam wahana yang seru, tibalah detik-detik terakhir video tersebut. Tipang dan Arief berjalan mendekati salah satu stage sambil bergandengan tangan. Dengan lagu ‘Titanium-David Guetta feat. Sia’ yang tengah dinyanyikan dari atas panggung, mereka berdua mengikuti irama sambil melompat-lompat.

Bagian terfavorit buat gue adalah, ketika Tipang dan Arief sudah berada dalam mobil. Karena kecapekan, Tipang akhirnya tertidur pulas di paha Arief. Dengan kamera yang dipegang hati-hati, Arief tersenyum ke arah kamera sambil membuka mulutnya membentuk sebuah kalimat dan berbisik,

“Tipang bobo.”

Kemudian mengelus rambut Tipang.

Perlahan.
Dan penuh rasa sayang.


Well, video dengan durasi 15 menit 26 detik tersebut sukses  bikin gue mewek (lagi). Yah, sejauh ini, mereka berdua selalu jadi pasangan terfavorit gue. Walaupun belum bisa ketemu langsung, gue selalu berdo'a semoga mereka berdua dilancarkan nikahannya, tetap langgeng sampai akhir usia, dan, tetap jadi pasangan kocak bagi kita semua.

So, check it out!



3/17/2016

SEMUA PEREMPUAN MAU DIGINIIN JUGA

          88 Comments   


Semua cewek di dunia, pasti seneng diromantisin.
Secuek apapun dia.

Hal ini membuat para kaum lelaki selalu berusaha untuk jadi yang paling di-“Aduh”in kaum perempuan. Banyak cara mereka lakukan untuk tujuan tersebut. Dari yang mainstream kayak nyepik dan sejenisnya, hingga yang turun langsung ke lapangan, alias ngasih bukti. Nggak omdo.

Masih ngomongin soal romantis-romantisan, belakangan ini gue suka nontonin film atau video-video romantis jika ada waktu luang. Bertepatan dengan hal tersebut, kemarin, Fauzy ngerekomendasiin video yang (katanya) bikin semua cewek mupeng. VLOG-nya Arief Muhammad a.k.a. @Poconggg.

Gue mengambil laptop, membuka Youtube, kemudian mencari keyword yang diberikan.

Dalam Vlog tersebut, Arief membuat potongan-potongan video dari beberapa hari sebelum hari yang ditentukan untuk lamaran. Gue yang baru tahu kalau nama pacarnya adalah Tipang, merasa sedikit aneh dan cekikikan sendiri. Tetapi, itu semua ternyata hanya berlangsung sesaat. Di durasi terakhir video itu dimainkan, perlahan mata gue seperti kemasukan debu segunung merapi. Perih.

Well, gue nangis.

Terharu.

Bangkai.

Jadi, pas ulang tahun si Tipang ini, Arief sengaja nggak ngasih hadiah apa-apa (cewek kalo diginiin pasti manyun, dong, yah). Beberapa hari setelahnya, Arief meminta bantuan untuk misi lamarannya ini  pada beberapa teman yang juga Selebtube. Mereka nyusun rencana dan briefing beberapa kali demi lancarnya proses lamaran di hari H nanti. Dari sini aja, gue udah bisa liet kalau Arief bener-bener serius sama apa yang mau dia lakuin. Briefing terakhir di hari kedua sebelum hari H aja dilakukan jam 3 subuh. Niat banget asli.

Lalu hari yang dinanti-nantikan pun tiba.

Sesuai rencana bersama, si Arief akan berpura-pura mengajak Tipang  ke pulau Ayer untuk mempromosikan salah satu brand campaign. Buat kerjaan gitu, lah, istilahnya. Sebelum itu, Tipang sudah diberitahu kalau nanti di akhir acara, dia dan Arief bakal disuruh nyari botol yang isinya kertas promosi brand tersebut.

Tipang sangat antusias selama keliling pulau. Dia sama sekali nggak tahu kalau itu hanya akal-akalannya si Arief. Hingga kemudian, penghujung acara pun tiba. Kamera udah stand by. Tipang yang terlalu excited, sudah berjalan duluan ke tepi dermaga, membuat Arief tertinggal agak jauh di belakangnya.


“Oke. Jadi sepertinya, ini waktunya. Jantung gue kayaknya udah mulai mau copot. Semoga nanti lancar-lancar aja. Dan semoga nanti, diterima.” Kata Arief, sesaat sebelum berjalan menghampiri Tipang.

Seiring botol tersebut dipegang lalu dibuka, gue yang nonton jadi ikut-ikutan tegang. Si Tipang mengeluarkan kertas dalam botol tersebut. Kemudian membacakan isi tulisan di kertas yang sudah diganti selama dia dan Arief sibuk jalan-jalan.

Dengan senyum kecil yang terukir, perempuan itu perlahan membuka suaranya,

“11 September kemarin, tepat di hari ulang tahun kamu, aku nggak ngasih kado apa-apa. Cuma kotak dengan tulisan ‘SOON’.
Hmm…
Semoga kamu nggak marah, karena hari ini aku udah bohong.
We are not doing any brand campaign.
Aku cuma nyari alesan supaya bisa nepatin janji dengan cara yang berbeda.
So, this is your Soon.”

Tanpa menunggu beberapa lama, Arief berlutut di depan Tipang lalu mengeluarkan sebuah cincin yang sudah dia cari sejak beberapa hari sebelumnya. Tipang terdiam sambil menutupi setengah wajahnya yang terurai air mata.

Air mata bahagia.

Sangat bahagia.

Well, buat siapa aja yang belum nonton videonya, ini gue rekomendasiin banget. KUDU. WAJIB. HARUS DITONTON. Bener kata Fauzy, Arief bikin semua cewek mau diginiin juga.

MUPENG PARAH!





3/10/2016

Review Buku Musim Semi Merah

          44 Comments   
Otak gue keram. Lemes. Korslet.

Sudah lebih dari sebulan kerjaan gue cuma nugas, nugas, dan nugas. Gitu terus ampe Tuan Krab ikut Net Invest. Rasanya mau mati suri aja, siapa tahu pas bangun udah jadi milyarder.

Tapi, kalimat “Sedih datang sepaket dengan bahagia” ternyata masih berlaku di kehidupan gue. Disaat yang bersamaan, salah seorang blogger juga penulis puisi favorit menawarkan bukunya secara tiba-tiba.

Semua berawal dari passion gue yaitu gegoleran nggak jelas di kasur sambil mainan hape.  Aplikasi yang sedang gue buka ketika itu adalah Soundcloud. Yah, mumpung gerimis, kan, enak tuh denger yang syahdu-syahdu nafsuin ngantukin. Di kali ketiga lagunya ‘Billy Ramdhani feat. Guntur – Lembaran Baru’ mengalun, gue pun memutuskan untuk pindah ke lagu selanjutnya.

Instrumen mulai terdengar.

Tapi, kok, nggak ada yang nyanyi, yah?

Gue yang penasaran kemudian melihat ke layar handphone, mencoba mencari tahu apa yang sedang gue dengar.


“Bisa saja waktu membunuhku saat ini juga. Ia bersama jarak menusukku dalam dalam dengan rindu. Aku bisa apa selain mendoakan kita,  lalu meghapus hujan di sudut mata yang lama-lama menjadi lautan. Kunang-kunang tidur dalam kegelisahan, begitu juga aku yang mencatat banyak rindu di sudut kamar.

Beberapa hari tanganku bekerja dengan giat menulis tentang kau. Bagaimana kau melengkungkan senyummu, saat kau memainkan jemariku, bahkan pelukan yang melingkari pundakku.


Di kotaku, aku menanam resah atas mata yang belum menatapmu lekat-lekat. Di kotamu, kau menebar banyak benih-benih rindu dan terbang menujuku. Hendakkah kau pulang bersamanya? Melepas rindu yang lama terpenjara. Mengahapus airmata yang telah lelah jatuh.


Kekasihku..

Sampai kau berdiri tepat di depanku, bahkan telah pergi memunggungiku, rindu tak lelah bekerja dikepalaku.”

Tanpa sadar, gue memutar kembali puisi tersebut. Mendengarkannya kembali. Kemudian larut di dalamnya.

Yang membuat gue kaget adalah, ternyata, Dyaz sudah temenan sama gue di beberapa akun sosmed. Mengetahui hal tersebut, gue pun membagikan Soundcloud Dyaz ke Twitter. Tanpa menunggu terlalu lama, Dyaz merespon tweet gue dengan baik.

Beberapa hari setelah itu, gue mendapat LINE tak terduga dari seorang Dyaz Afriyanto, yang berbunyi,

“Dev, bisa minta alamatnya nggak? Mau kirim sesuatu, nih.”

Daaaan ternyataa…






Iya. Gue dapet buku gratis (lagi) langsung dari penulisnya. Rezeki anak sholeha kali yah. Jujur aja, mendapat sesuatu yang gue sukai, pun dari penulisnya sendiri, bikin gue lebih meyakini kalau bahagia memang sederhana itu. Semua puisi di dalam buku Musim Semi Merah yang ditulis oleh Dyaz sukses bikin gue kebawa perasaan. Yakin, deh. Se-nggak-peka-nya lo sama sesuatu, kalau baca ini pasti mewek juga. Penggunaan kalimat-kalimatnya, kata demi kata yang dituliskan dengan perasaan, mampu membawa gue ke khayalan yang luar biasa.

Dan, dari semua judul favorit yang ada dalam buku tersebut (iya, semuanya gue favoritin), gue mau nulis salah satunya disini. Check this out:

Kumakamkan Engkau di Kepalaku

Aku tak harus jauh jauh mencarimu ketika ingatan hidup kembali.
Meski dalam gelap tempat engkau tertidur, ruang itu telah kuhapal letaknya.
Di kepalaku, engkau kumakamkan.
Tanpa kematian, tanpa bunga warna-warni, tanpa airmata.
Hanya beberapa kalimat yang kusebut doa.
Sementara itu, tak perlu engkau terburu-buru terbangun, atau pergi.
Tetaplah menjadi pengisi kepalaku yang abadi.


Sudah? Mau lagi? Contact langsung ke orangnya di Twitter @Dyazafryan.


Jatuh cintalah sayang, bukan kepadaku.
Maka aku bisa tenang melepaskanmu.

2/26/2016

Nge-host Bareng Babe Cabita!

          97 Comments   
11 Februari kemaren, barangkali menjadi kamis terluar biasa sepanjang hidup seorang Deva.

Gue bukan abis menang lotre atau tiba-tiba dikirim helicopter sama Mr. Grey.
It’s just a simple thing, but means too much to me.

Ceritanya, hari itu temen-temen gue yang jadi panitia Stand Up Comedy Manado udah standby di lokasi acara. KFC yang bekerja sama dengan Kompas TV, kembali mengadakan acara KFC The Battle untuk yang kedua kalinya di Kota Manado setelah tahun kemarin pecah untuk pertama kalinya.

Sejak beberapa minggu sebelumnya, gue udah ditelfon dari pihak pelaksana untuk mengkonfirmasikan tawaran nge-host bareng MC Danny, dengan beberapa comic nasional yang menjadi guest star-nya.

Babe Cabita, Praz Teguh, dan Wira Nagara.

Ketika tiba hari acara, MC Danny ternyata berhalangan hadir, yang kemudian digantikan oleh Babe Cabita sebagai partner nge-host gue. Sewaktu briefing, gue dan Babe diberi arahan mengenai kegiatannya. Bang Andi, salah satu kru Kompas, juga memberikan wejangan buat gue pribadi untuk bisa menyeimbangkan karakter Babe di atas panggung.

“Dev, kamu nanti jangan terlalu mendominasi Babe, ya. Pokoknya bawa asik aja. Enjoy.”

Hal ini mau-nggak-mau membuat gue jadi ‘rada’ nahan diri setiap kali mau ngomong sesuatu. Berbeda dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, yang menempatkan gue sebagai host tunggal, kali ini gue harus beradu kalimat dengan seseorang di atas panggung. Gue pun sempet kaget mendengar pernyataan Babe ketika lagi break dan ngobrol di samping stage.

“Devi, kamu udah sering nge-host, ya?”
“Deva, Bang. Iya, sering.”
“Iya, gitu, deh. Ohh pantesan....."


"....Aku baru pertama kali, nih.” Sambung Babe kemudian.

Jujur aja, selama di atas panggung, gue ngerasa malah si Babe yang asik bareng penonton. Meskipun sesekali gue menimpali, tetapi untuk performa Babe di atas panggung, apalagi (katanya) ini kali pertama dia nge-host, sudah sangat membuat gue salut. Penonton enjoy, dan Alhamdulillah, hingga acara selesai, semuanya berjalan dengan baik. Para kru Kompas TV juga bersikap ramah dan asik, deh, pokoknya.

Well, maybe this is my favorite performance ever.

Gue berharap, semoga setelah ini, pengalaman-pengalaman seru kayak gini bisa terulang, bahkan mungkin lebih keren lagi. Aamiin.

Yosh!




Iya. Jaketnya emang kegedean -___-


2/18/2016

Seandainya

          101 Comments   
“Semua orang tua pasti mau yang terbaik untuk anaknya.”

Buat kalian yang udah pernah terlibat percakapan dengan orang tua kemudian ujung-ujungnya menyanggupi kemauan mereka, pasti nggak asing lagi dengan kalimat barusan.

Gue pun demikian.

Sudah puluhan kali gue berada dalam situasi dimana gue, ‘mau-nggak mau’ harus menuruti apa yang dikatakan orang tua. Mulai dari pilihan sekolah, jurusan, bahkan kuliah yang membawa gue ke pekerjaan gue nanti.

Hingga detik ini, gue kadang masih suka nggak nyangka kalau gue adalah seorang Arsitek. Suatu pekerjaan yang menurut gue ‘terlalu keren’ untuk manusia moody-an kayak gue. Bukannya nggak bersyukur, tapi gue sendiri heran kenapa gue nggak pernah fokus kalau ada tugas atau apapun yang menyangkut kerjaan gue sebagai Arsitek. Karena sejujurnya, passion gue bukan disini.

Walaupun sudah sering dikuatkan dengan kalimat, “Jalanin aja dulu, nanti juga kamu terbiasa.”, tetep aja tiap kali nugas, gue selalu nggak pernah dapat feel-nya. Gue lebih senang duduk berjam-jam depan laptop sambil ngetik naskah, baca ini itu, dan nonton sesuatu sambil brainstorming untuk bahan tulisan.

Di satu sisi, gue nggak mau ngecewain orang tua gue.

Gue tahu, gue punya tanggung jawab yang besar sebagai seorang anak. Terlebih lagi, gue adalah anak sulung, yang semua manusia juga tahu kalau anak sulung harus menjadi contoh yang baik untuk adiknya. Gue dituntut harus selalu ngelakuin sesuatu yang berguna.

Hidup gue, seolah sudah diatur sedemikian rupa.

Ada satu hari dimana gue mulai mempercayai suatu hal, bahwa, kita hidup, buat nurutin kemauan orang lain. Tepat di hari pengambilan rapor kelas 1 SMA. Beberapa hari sebelumnya, para wali kelas membagikan selembar kertas kepada setiap murid. Di kertas tersebut, kita diminta untuk menuliskan jurusan apa yang bakal diambil; IPA atau IPS.

Gue, dengan semangat dan pilihan mutlak dari hati, menulis besar-besar huruf “I-P-S” pada selembar kertas tersebut. Karena memang, gue sadar gue nggak pernah tertarik dengan yang namanya angka. Ketika tiba hari pengumuman kelas baru, gue kaget karena nama gue nggak ada di daftar kelas IPS. Tiga kali mondar-mandir di deretan kelas buat mastiin kali aja ada yang salah, dan ternyata nama gue emang nggak ada.

Pas balik ke kelas dengan niatan mau nanya ke wali kelas, gue hanya melihat ada Ayah dan wali kelas gue tersebut lagi ngomongin sesuatu. Gue duduk sambil nunggu di koridor sekolah. Nggak sampai sepuluh menit, mereka pun keluar, mengajak gue bicara.

Ternyata, nama gue sengaja dipindahin ke IPA, atas perintah dan kemauan Ayah. Sekeras apapun keinginan gue buat nolak, Ayah tetap nggak bakal ngizinin dan malah bilang,

“Kamu mau jadi apa nanti?”

In the end, gue cuma bisa pasrah dan nangis sampai pulang.

Kejadian itupun terulang secara terus-menerus. Setiap kali ngeluh, ujung-ujungnya yang bisa gue lakuin hanyalah pasrah dan pasrah.

Lalu gue merenung kembali.

Ini semua, mungkin nggak akan terjadi kalau gue bisa biayain hidup gue sendiri.

Dan, karena gue tahu, setiap gue bikin postingan pasti dibaca sama Ayah (yang kemudian dia bakal nelfon si Nyokap biar ngomelin gue), gue cuma pengen mereka tahu kalau..

Seandainya saja semuanya nggak kaya gini.

Seandainya waktu itu gue punya duit sendiri, gue nggak bakal minta orang tua gue untuk repot-repot biayain kuliah gue.

Seandainya gue punya duit sendiri, gue nggak bakal susah-susah merjuangin apa yang sebenernya bukan jadi bidang gue.

Seandainya gue bisa milih.

Seandainya gue bisa jadi diri sendiri.

Seandainya gue nggak harus belajar dibawah tekanan kayak gini.

Seandainya.”


Yah, intinya gitu, deh. Gue sadar, ini semua mungkin nggak akan ngerubah apa yang udah terjadi. Anggap aja gue cuma butuh temen cerita, dan tulisan ini bisa jadi curhatan setiap waktu, atau setiap gue nggak mood sama kerjaan lagi.

Jujur aja, sampai kalimat terakhir dari tulisan ini, huruf demi huruf yang gue ketik, ada perasaan sedih yang sudah lama tersimpan. Jauh sebelum gue duduk dan membuat tulisan ini.


Apalah daya, gue cuma cewek Arsitek berhati sastra.


2/10/2016

Nikah Muda? Why Not?

          156 Comments   
Bagi sebagian orang, nikah muda adalah sesuatu yang kurang relevan. Jiwa masih suka labil, emosi nggak ke-kontrol, dan, yang paling sering jadi penyebab orang nggak mau nikah muda adalah, jadi nggak bisa main sebebas waktu masih pacaran atau single dulu.

Itu semua nggak ada salahnya. Memang, sih, terkadang disaat lagi main atau nongkrong, temen-temen gue yang udah berkeluarga jadi nggak bisa berlama-lama atau join asik karena keperluan di rumah yang nggak bisa terlalu lama ditinggal.

But, kalau kita coba lihat para pasangan muda dari sisi positifnya, kita bakalan nemu banyak keseruan di dalam rumah tangga yang isinya Mahmud-Pahmud (mamah muda-papah muda) tersebut. Mulai dari manja-manjaan yang halal, kemana-mana bareng, and the sweetest thing is, tidur dan bangun dengan ngelihat orang yang kita sayangi ada di samping. Uwoh~

Buat gue pribadi, kalau seandainya bisa dikasih kesempatan dan milih, gue pengen nikah di usia 25 tahun. Tentunya, jika sudah punya penghasilan sendiri. Biar nggak terlalu ngebebanin suami sama keperluan-keperluan yang diluar main list.

Ngomong-ngomong soal nikah, bagi kalian yang udah sering main kesini dan pernah baca tulisan gue tentang ketujuh sahabat yang ini, salah satu personil Halucinations, Eka, akhirnya nyusul Puto dan Indah ke pelaminan. Which means, berkurang lagi anggota Halucinations yang bakal susah buat diajak ngumpul. 

Seringkali, gue ngerasa lucu tiap nemenin Puto hunting baju buat jagoan kecilnya, Abidzar. Atau, ngelihat Indah yang sejak nikah dan punya debay, jadi pengen buru-buru pulang dan nyiumin putri kecilnya, Shavia.

Pernah waktu itu, Indah lagi ngadain acara akikahannya Shavia. Pas tiba waktu dzuhur, gue minta izin Indah untuk minjem mukenah dan numpang sholat di kamarnya. Selama sholat, Indah yang sedang nidurin Shavia di kasur tepat di samping gue berdiri, sesekali ngajak anaknya ngomong sambil pura-pura ngomel ke tamu dan mencoba menenangkan Shavia yang nggak mau tidur.

“Uh anaknya Mamah abis dicium-cium sama banyak orang ya. Uhh.. Sini, nak, sini sama Mamah. Awas, ya, tante, Shavia jadi gerah. Mama cubit, ya, nanti tantenya. Uh…”

Mendengar itu, sholat gue jadi nggak konsen.

Pengen ketawa, dosa. Mau diem aja, nggak kuat karena si Indah ngomong terus sama Shavia. Akhirnya, dengan segenap kemampuan yang tersisa, gue mencoba untuk menyelesaikan sholat. Setelah itu, baru si Indah gue timpukin pake sajadah.

Anyway, hari pernikahan Eka-lah yang membuat gue memutuskan untuk nambah libur seminggu dari perkuliahan. Entah konsekuensinya apa, Alhamdulillah, sampai acara selesai, gue nggak nyesel karena bisa menghadiri nikahan salah seorang sahabat yang mengenal gue lebih dulu dari personil Halucinations yang lain. Eka, juga teman semasa kecil gue.

Dan, teruntuk Eka, semoga bisa jadi keluarga yang Sakinah, Mawaddah, Warahmah. Tetep bisa seru-seruan bareng kita, tetep jadi personil Halucinations yang paling bisa ngatur keuangan kalo lagi nongkrong, tetep bisa jadi Eka yang galak tiep kali ngebelain sahabat-sahabatnya. Inget timbangan (walaupun katanya mau balas dendam dengan makan sepuasnya abis nikahan).

Menurut kalian, setelah Eka, diantara Dewi, Pute, Vyna, Tya, dan gue, who’s next? :p
Komen di bawah, ya!


Dokumentasi :










Copyright © Fredeva is designed by Fahrihira